BENGKULU — Rencana pembangunan infrastruktur pertanian di Pulau Enggano mulai menemui titik terang. Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Bidang Perekonomian dan Pembangunan, R.A. Denni, menyatakan bahwa akses jalan menuju lahan persawahan akan segera dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara.
"Nanti Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara akan membuat akses menuju sawah-sawah tersebut," kata Denni di Bengkulu, Kamis.
Denni menjelaskan bahwa bentuk fisik jalan produksi yang akan dibangun masih menunggu kajian teknis di lapangan. Pihaknya belum memutuskan apakah akan menggunakan aspal, hotmix, atau model pembangunan lainnya.
"Ya mungkin, kita lihat situasi kondisi ya (apakah menggunakan aspal, hotmix atau model pembangunan lain), menyesuaikan kebutuhan di lapangan nanti," ujarnya.
Kehadiran jalan produksi dinilai krusial bagi kelancaran aktivitas pertanian di Enggano. Dengan akses yang lebih baik, petani dapat mengangkut hasil panen dan sarana produksi secara lebih efisien.
Denni menyebut kelancaran akses ini akan berdampak langsung pada produktivitas dan mobilitas petani. Selain itu, biaya distribusi yang lebih rendah diharapkan mampu memberikan nilai tambah penjualan yang lebih baik bagi hasil pertanian masyarakat pulau terluar.
Selain infrastruktur jalan, dukungan mekanisasi pertanian juga telah disiapkan. Denni mengonfirmasi bahwa alat dan mesin pertanian (alsintan) bantuan Pemerintah Pusat sudah tiba di Kabupaten Bengkulu Utara.
"Peralatan mesin dan sebagainya itu sudah berada di Bengkulu Utara. Tinggal nanti pemerintah Bengkulu Utara akan mengantarnya ke Enggano," kata dia lagi.
Keberadaan alsintan diharapkan melengkapi infrastruktur pendukung sehingga pengelolaan lahan sawah baru dapat dilakukan secara lebih efektif dan cepat.
Pemprov Bengkulu menekankan pentingnya sinergi antara pembangunan akses jalan dan penyediaan alsintan. Kombinasi keduanya dinilai menjadi kunci untuk mempercepat transformasi Enggano menjadi salah satu sentra produksi pangan baru di Provinsi Bengkulu.
Langkah ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah terhadap pengembangan kawasan pertanian di Pulau Enggano yang mulai berkembang melalui program cetak sawah baru, dengan target akhir peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.