REJANG LEBONG — Polres Rejang Lebong tidak hanya mengandalkan patroli rutin Satuan Samapta dalam mengantisipasi geng motor. Mereka membentuk tim khusus, Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim, yang diterjunkan langsung ke lapangan untuk merespons potensi tawuran dan aksi anarkis yang melibatkan anak muda.
Kapolres Rejang Lebong AKBP Syahrul Hariady menjelaskan, langkah ini diambil karena fenomena geng motor kini sudah menyebar hingga ke tingkat daerah. "Untuk mencegah perkembangan geng motor maupun kelompok anarkis yang melibatkan anak-anak dan kaum muda, Polres Rejang Lebong telah mengintensifkan patroli rutin dalam 15 kecamatan di Rejang Lebong," kata dia di Mapolres, Rabu.
Menurut Syahrul, pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta media sosial turut memicu perubahan pola pergaulan remaja. Ia menilai, aksi tawuran massal tidak lagi menjadi monopoli kota-kota besar seperti Jakarta atau Bandung, melainkan sudah merambah ke wilayah seperti Rejang Lebong.
"Peranan dari orang tua itu sangat penting dalam mengawasi anak-anak mereka saat berada di rumah. Awasi dengan ketat agar mereka tidak terlibat dalam geng motor maupun terlibat tawuran," ujar Syahrul.
Syahrul menegaskan, pencegahan kenakalan remaja tidak bisa hanya mengandalkan pihak kepolisian dan guru di sekolah. Ia mendorong orang tua di Kabupaten Rejang Lebong untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama di luar jam sekolah.
Polres Rejang Lebong juga mengimbau masyarakat untuk melapor jika melihat aktivitas mencurigakan dari kelompok pemuda yang berkendara secara ugal-ugalan atau berkumpul dalam jumlah besar pada malam hari. Patroli di 15 kecamatan akan terus digencarkan, terutama pada jam-jam rawan.