BENGKULU — Kepala Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung Sigit Danang Joyo menekankan bahwa kepatuhan pajak merupakan fondasi utama pembangunan daerah dan nasional. Dalam acara Tax Gathering 2026 di Kota Bengkulu, Rabu, ia mengungkapkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih kuat, ditopang surplus neraca perdagangan dan cadangan devisa yang solid.
Sigit menyebut sektor perkebunan kelapa sawit, kopi, dan pertambangan batu bara di Bengkulu memiliki potensi pajak yang besar, namun kontribusinya ke kas daerah belum optimal. Ia mencontohkan, masih ada perusahaan yang meraup keuntungan dari aktivitas di Bengkulu, tetapi administrasi perpajakannya tercatat di provinsi lain.
"Jika penerimaan pajak meningkat, maka transfer ke daerah juga berpotensi bertambah sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," kata Sigit.
DJP mengajak pemerintah daerah di Bengkulu untuk mendorong perusahaan-perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di wilayahnya agar melakukan administrasi perpajakan sesuai lokasi operasional. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan kontribusi pajak benar-benar berdampak pada pembangunan Bengkulu.
Kanwil DJP Bengkulu Lampung juga tengah melakukan transformasi sistem administrasi perpajakan berbasis digital. Langkah ini bertujuan meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akurasi data, sekaligus memperkuat pengawasan serta kualitas pelayanan kepada wajib pajak.
Sigit berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat semakin erat dalam membangun budaya kepatuhan pajak. Dengan kolaborasi itu, penerimaan negara diharapkan terus meningkat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Bengkulu yang lebih inklusif dan berkelanjutan.