Pemerintah Targetkan 13 Ribu Titik Makan Bergizi Gratis Rampung Dua Bulan, Wilayah Stunting Tinggi Jadi Prioritas

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 18:10:01 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan target penyelesaian 13 ribu titik layanan Makan Bergizi Gratis dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

JAKARTA — Pemerintah memastikan percepatan penataan lebih dari 13 ribu titik satuan pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam konferensi pers usai rapat terbatas Perbaikan Tata Kelola MBG di Jakarta, Rabu.

Zulkifli mengatakan pembenahan puluhan ribu titik pelayanan tersebut dibagi menjadi dua tahapan prioritas berdasarkan tingkat urgensi daerah.

Wilayah Stunting Tinggi Jadi Prioritas Satu Bulan

"Wilayah prioritas dengan angka stunting tinggi seperti Papua Pegunungan dan Nusa Tenggara Timur target penyelesaiannya dalam kurun waktu satu bulan," kata Zulkifli.

Sementara itu, sebagian besar titik pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) lainnya yang tersebar di Jawa dan Sumatera memerlukan waktu evaluasi hingga dua bulan mendatang. Hal ini untuk memastikan kesiapan operasional di masing-masing lokasi.

Data 63 Juta Penerima Manfaat Segera Dimutakhirkan

Dalam rapat lintas kementerian dan lembaga, pemerintah juga menyepakati target penyelesaian pemutakhiran data sebanyak 63 juta penerima manfaat. Reposisi sasaran penerima MBG ditargetkan rampung dalam tenggat waktu satu bulan.

"Perintah Bapak Presiden semua dikasih kecuali yang tidak mau misalnya SMA-SMA yang bagus, yang sudah sarapannya bagus, ya enggak apa-apa. Tapi bukan berarti pemerintah tidak mengasih, tidak. Memang itu bagian dari anak-anak kita yang sudah merasa cukup dan sudah punya kemampuannya," tegas Zulkifli.

Regulasi Baru dan Koordinasi 17 Kementerian

Untuk memperkuat pelaksanaan di lapangan, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono, akan me

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: bengkulu.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top