BENGKULU — Pertemuan di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 23 Desember 2022 itu menjadi duel sengit. Timnas asuhan Shin Tae-yong langsung menekan, dan hasilnya terlihat saat Pratama Arhan mengirim umpan silang terukur yang dituntaskan Egy. Namun, Kamboja yang saat itu didampingi Keisuke Honda tak gentar. Sareth Krya menyamakan kedudukan melalui sundulan dari sepak pojok.
Indonesia merespons cepat. Marselino Ferdinan memulai serangan balik, Witan Sulaeman dengan tenang mengembalikan keunggulan pada menit ke-35. Skor 2-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Garuda terus mendominasi. Penguasaan bola dan peluang berlimpah, termasuk dua situasi satu lawan satu yang gagal dimaksimalkan oleh Egy dan Witan. Kiper lawan dan penyelesaian kurang bersih membuat tak ada gol tambahan. Ini menjadi pekerjaan rumah yang masih relevan hingga kini.
Menjelang pertemuan terbaru, Kamboja datang dengan skuad yang berbeda. Pelatih Koji Gyotaku kini diperkuat banyak pemain naturalisasi dari Afrika, Brasil, dan Jepang. Hasil uji coba mereka pun tipis: kalah 1-2 dari Singapura pada Jumat (24/7/2026), menunjukkan organisasi dan disiplin yang solid.
"Kami melihat Kamboja bermain. Mereka adalah tim yang terorganisasi dan sangat disiplin. Mereka akan menjadi lawan yang sulit," ujar John Herdman, pelatih Timnas Indonesia.
Catatan dari duel 2022 menjadi pengingat. Meski mendominasi, efisiensi di sepertiga akhir masih menjadi kelemahan. Herdman harus memastikan lini depan lebih klinis. Laga di Pakansari nanti akan menjadi ujian awal sejauh mana perbaikan telah dilakukan.
Pertandingan pembuka Grup A Piala AFF 2026 ini akan menjadi penentu momentum. Kemenangan diperlukan untuk mengamankan posisi, apalagi dengan kehadiran pemain naturalisasi yang membuat Kamboja bukan lagi lawan yang bisa dianggap enteng.