Penggeledahan berlangsung dari pukul 21.00 WIB hingga 03.48 WIB. Petugas keluar-masuk rumah berlantai dua, membawa koper berukuran sedang dan besar. Isi koper dan kaitannya dengan perkara belum diketahui; penghuni rumah enggan memberikan keterangan kepada wartawan yang memantau sejak malam.
Di tengah kabar OTT yang simpang siur, empat nama mencuat di publik: inisial No (Kadis PUPR Kota Bengkulu Noprisman), Mu (kontraktor), De (anggota DPRD Kota Bengkulu), dan Sa (kontraktor). Dua di antaranya, No dan De, membantah keras keterlibatan mereka. Namun, bantahan itu belum diverifikasi oleh KPK.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengaku belum mendapat informasi soal OTT di Bengkulu. "Sampai dengan saat ini tidak ada informasi tersebut," ujarnya singkat. Pernyataan itu menimbulkan tanda tanya, mengingat penggeledahan rumah pejabat publik adalah fakta yang tak terbantahkan.
Redaksi terus berupaya mengonfirmasi ke KPK dan pihak terkait. Informasi yang beredar masih bersifat awal dan belum terverifikasi resmi. Asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan; berita ini akan diperbarui setelah ada pernyataan resmi dari KPK, termasuk hasil penggeledahan dan status hukum nama-nama yang disebut.