Pemkot Bengkulu Keluhkan Warga Telepon 112 untuk Urus Drainase, Padahal Layanan Darurat untuk Kebakaran dan Banjir

Penulis: Ricki Manurung  •  Kamis, 23 Juli 2026 | 15:56:31 WIB
Warga Kota Bengkulu diimbau tidak menggunakan layanan darurat 112 untuk urusan drainase karena hanya diperuntukkan bagi situasi darurat seperti kebakaran dan banjir.

BENGKULU — Layanan panggilan darurat 112 yang digratiskan pemerintah ternyata belum sepenuhnya dipahami fungsinya oleh warga Kota Bengkulu. Bukan laporan kebakaran atau banjir, petugas malah sering menerima telepon soal saluran air tersumbat dan keluhan infrastruktur yang seharusnya masuk ke dinas terkait.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk lebih selektif, untuk menghubungi nomor 112 dalam keadaan darurat, dan nantinya akan terkoneksi dengan OPD terkait," kata Nurlia Dewi di Bengkulu, Kamis.

Darurat Itu Kebakaran dan Banjir, Bukan Saluran Mampet

Layanan 112 dirancang khusus untuk situasi genting yang mengancam keselamatan jiwa dan harta benda. Pemerintah menyiapkan jalur ini agar warga bisa cepat terhubung dengan pemadam kebakaran, tim penyelamat banjir, atau ambulans dalam hitungan menit.

"Namun disayangkan banyak masyarakat yang menghubungi 112 untuk perbaikan drainase dan sebagainya," ujar Nurlia.

Setiap laporan yang masuk akan diproses sesuai standar operasional yang ketat. Petugas akan meneruskan panggilan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar bisa segera ditindaklanjuti. Tapi jika saluran tersumbat oleh laporan non-darurat, warga yang benar-benar dalam bahaya justru bisa terhambat.

Gratis dan Cepat, Tapi Disalahgunakan

Sebelumnya, layanan serupa juga tersedia melalui nomor 122 yang beroperasi 24 jam. Pemerintah menjamin layanan 112 gratis biaya panggilan, mudah diakses, dan cepat merespons. Tim di bawah koordinasi Dinas Kominfo siap berkoordinasi dengan instansi serta perangkat daerah untuk mengakomodir laporan.

Nurlia menekankan bahwa kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat sangat penting. Tanpa pemahaman yang benar, layanan yang seharusnya menyelamatkan nyawa justru kehilangan efektivitasnya.

"Kami meminta agar seluruh masyarakat Kota Bengkulu dapat lebih bijak dalam memanfaatkan layanan panggilan darurat agar tidak menghambat penanganan darurat," pungkasnya.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: bengkulu.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top