270 Siswa SD hingga SMA Mulai Isi Sekolah Rakyat Berasrama di Bengkulu, Program Gratis Putus Rantai Kemiskinan

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 18:01:01 WIB
Sebanyak 270 siswa dari tingkat SD hingga SMA memulai tahun ajaran baru di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bengkulu.

BENGKULU — Ratusan anak dari keluarga kurang mampu di Provinsi Bengkulu kini memiliki tempat belajar baru. Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bengkulu mulai beroperasi penuh, menampung 270 siswa yang tersebar dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menekankan bahwa seluruh anak Indonesia, tanpa memandang latar belakang ekonomi, berhak mendapat pendidikan berkualitas. Ia meminta para siswa memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh.

"Setiap anak bangsa harus mendapatkan hak yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas. Maka bersungguh-sungguhlah menimba ilmu di sini," ujarnya saat masa MPLS, Senin (20/7/2026).

Kolaborasi Lintas Instansi untuk Pendidikan Gratis

Sekolah Rakyat di Bengkulu berada di bawah naungan Sentra Dharma Guna Bengkulu, unit pelaksana teknis dari Kementerian Sosial. Kepala Sentra Dharma Guna Bengkulu, Hari Setiadi, mengatakan program ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memberikan akses pendidikan yang merata sekaligus membangun karakter generasi muda.

"Kami dari Kementerian Sosial berkomitmen mendukung kemajuan pendidikan di Bengkulu melalui kolaborasi bersama pemprov, pemkab, dan kota, BPS, kementerian PU, serta berbagai pihak lainnya," ujar Hari.

Target Menekan Angka Putus Sekolah

Sebelumnya, Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 6 Kota Bengkulu telah menjadi sekolah rintisan sejak 2025 dengan 92 siswa. Kini, dengan hadirnya Sekolah Rakyat Terintegrasi yang menampung lebih banyak siswa, pemerintah berharap angka putus sekolah di Bengkulu bisa ditekan secara signifikan.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bengkulu, Yuliarma Yenni, berharap kehadiran sekolah tersebut tidak hanya menekan angka putus sekolah, tetapi juga menjadi upaya mencetak lulusan berprestasi dari kalangan yang selama ini terpinggirkan secara ekonomi.

Program ini menjadi salah satu prioritas nasional yang dijalankan di daerah, dengan sistem asrama penuh sehingga siswa bisa fokus belajar tanpa terbebani biaya transportasi dan kebutuhan harian.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top