BENGKULU TENGAH — Rembuk Stunting di Desa Pulau Panggung bukan sekadar seremoni. Forum ini menjadi ajang identifikasi persoalan nyata di lapangan, mulai dari akses pelayanan kesehatan ibu hamil hingga pemantauan tumbuh kembang balita. Ketua BPD Desa Pulau Panggung, Abdul Hadi, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama.
"Melalui rembuk stunting ini kita ingin menyatukan persepsi dan komitmen bersama agar setiap program yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak dapat berjalan optimal. Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, terutama sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia balita," ujar Abdul Hadi.
Tenaga kesehatan dari Puskesmas setempat memberikan edukasi langsung kepada peserta. Materi mencakup pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pemeriksaan kehamilan berkala, pemberian ASI eksklusif, hingga pemantauan pertumbuhan balita melalui Posyandu. Edukasi ini diarahkan pada periode kritis 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak.
Kepala Desa Pulau Panggung, Nurul Ikhsan, berkomitmen mendukung penuh program kesehatan yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pemerintah desa akan bersinergi dengan Puskesmas dan kader Posyandu untuk memastikan pelayanan berjalan berkesinambungan.
Forum ini juga dimanfaatkan untuk menjaring masukan dari masyarakat. Berbagai persoalan yang selama ini dihadapi warga dalam mengakses layanan kesehatan ibu dan anak dicatat dan akan menjadi dasar penyusunan program prioritas desa. Dengan begitu, alokasi anggaran desa diharapkan tepat sasaran sesuai kebutuhan riil warga.
Partisipasi aktif kader Posyandu, ibu hamil, dan ibu menyusui dalam kegiatan ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan stunting terus meningkat. Pemerintah desa optimistis kolaborasi yang terbangun dapat menekan risiko stunting di Pulau Panggung secara signifikan.
Rembuk Stunting ini menjadi langkah awal bagi Desa Pulau Panggung untuk menciptakan generasi yang sehat dan cerdas. Sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, BPD, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan desa yang bebas dari stunting serta memiliki kualitas sumber daya manusia yang lebih baik di masa mendatang.