Karantina Bengkulu Kawal Ekspor 22 Ton Kolang-Kaling ke Vietnam, Komoditas Rejang Lebong Tembus Pasar Internasional

Penulis: Ricki Manurung  •  Minggu, 19 Juli 2026 | 22:15:31 WIB
Karantina Bengkulu memastikan 22 ton kolang-kaling asal Rejang Lebong siap diekspor ke Vietnam.

BENGKULU — Sebanyak 22.000 kilogram kolang-kaling asal Bengkulu resmi dikirim ke Vietnam. Pengiriman dilakukan setelah seluruh persyaratan karantina dan kesehatan tumbuhan terpenuhi sesuai ketentuan negara tujuan. Kepala Karantina Bengkulu Betty Fajarwati memastikan komoditas itu telah dinyatakan sehat dan aman untuk diekspor.

Perjalanan Logistik: Dari Bengkulu ke Tanjung Priok

Komoditas tersebut diberangkatkan dari Bengkulu dan dikapalkan melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Sebelum dikirim, kolang-kaling telah memenuhi syarat Phytosanitary Certificate yang menjadi jaminan kesehatan tumbuhan bagi negara tujuan.

Peran Karantina: Pendampingan Penuh dari Hulu ke Hilir

Karantina Bengkulu mendampingi pelaku usaha dan eksportir di setiap tahapan ekspor. Mulai dari pemenuhan persyaratan hingga penerbitan sertifikat kesehatan. “Dengan demikian, komoditas pertanian asal Bengkulu memiliki jaminan mutu dan keamanan sehingga dapat diterima dengan baik di negara tujuan ekspor,” ujar Betty Fajarwati di Bengkulu, Minggu.

Potensi Besar di Rejang Lebong

Pohon aren sebagai penghasil kolang-kaling tumbuh subur di Bengkulu, khususnya di Kabupaten Rejang Lebong. Daerah ini dikenal sebagai sentra produksi kolang-kaling di Indonesia. Betty berharap volume ekspor terus meningkat seiring perbaikan kualitas produk. “Ekspor kolang-kaling ini diharapkan dapat terus berlanjut dan volumenya semakin meningkat, dengan kualitas produk yang semakin baik tentunya,” katanya.

Komoditas Ekspor Lain: Kopi, Pinang, hingga Kakao

Selain kolang-kaling, Bengkulu memiliki sejumlah komoditas pertanian berpotensi ekspor lainnya. Kopi, pinang, kelapa, karet, kakao, serta hasil perkebunan dan hortikultura lainnya dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi petani, pelaku usaha, dan pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen Karantina Bengkulu memberikan pelayanan cepat, profesional, dan sesuai standar internasional merupakan bagian dari upaya memperkuat daya saing komoditas unggulan daerah agar mampu bersaing di pasar global.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: bengkulu.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top