KEPAHIANG — Ruas jalan lintas yang menghubungkan Bengkulu dengan Pagaralam, Sumatera Selatan, tepatnya di wilayah Kabupaten Kepahiang, kini dalam kondisi memprihatinkan. Semak belukar dan rumput liar telah "menelan" bahu jalan hingga mempersempit ruang gerak kendaraan, terutama di Desa Taba Air Pauh, Kecamatan Tebat Karai.
Pantauan di lapangan menunjukkan, rumput liar dibiarkan tumbuh tanpa terkendali. Di beberapa titik, seperti Simpang Cinta Mandi hingga perbatasan Kabupaten Empat Lawang, rimbunnya tanaman menutupi pandangan pengendara, memaksa mereka untuk ekstra waspada dan mengurangi kecepatan secara drastis.
Salah seorang warga, Ali Akbar, menyoroti minimnya kegiatan pemeliharaan jalan berupa tebas bayang yang seharusnya dilakukan secara rutin oleh instansi terkait. Ia mengaku heran dengan kondisi yang kian menyemak tersebut.
"Kalau kondisinya seperti ini, rasanya seperti tidak berjalan saja kegiatannya," keluh Ali Akbar kepada wartawan, baru-baru ini.
Ia menegaskan, harapan masyarakat sangat sederhana: rumput liar yang mengganggu segera diatasi. "Kita berharap rumput liar yang ada segera diatasi, karena sudah sangat mengganggu," tegasnya.
Meski kegiatan tebas bayang pada sisi jalan kabupaten rutin dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), alokasi dana yang tersedia disebut-sebut sangat terbatas. Minimnya anggaran inilah yang diduga menjadi penyebab utama pemeliharaan jalan tidak berjalan maksimal.
Akibatnya, ruas jalan lintas strategis yang menjadi urat nadi perekonomian warga di dua provinsi itu kini tampak terbengkalai. Pengendara berharap pemerintah daerah segera turun tangan sebelum kondisi semakin parah dan menimbulkan kecelakaan.