MUKOMUKO — Wilayah pesisir barat Bengkulu kembali diguncang gempa bumi pada Sabtu pagi. Berdasarkan rilis resmi BMKG yang diunggah melalui media sosial, gempa berkekuatan magnitudo 3,1 terjadi tepat pukul 07.18 WIB.
Pusat gempa berlokasi di titik koordinat 3.11 Lintang Selatan dan 101.22 Bujur Timur. Titik ini berada sekitar 60 kilometer di tenggara Kota Mukomuko, tepatnya di darat dengan kedalaman 23 kilometer.
BMKG mengklasifikasikan gempa ini sebagai gempa bumi dangkal. Kedalaman 23 kilometer menunjukkan sumber gempa berasal dari kerak bumi bagian atas, yang lazim dipicu oleh aktivitas sesar aktif di zona subduksi atau patahan lokal di sekitar pesisir Bengkulu.
Meski magnitudonya kecil, getaran dilaporkan sempat dirasakan oleh sebagian warga di Kecamatan Lubuk Pinang dan sekitarnya. Beberapa warga mengaku merasakan guncangan ringan selama beberapa detik, namun tidak sampai menimbulkan kepanikan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko menyatakan bahwa hingga pukul 10.00 WIB, pihaknya belum menerima laporan kerusakan rumah, fasilitas umum, atau korban luka dari seluruh kecamatan. Petugas di lapangan masih melakukan pemantauan menyusul informasi dari BMKG.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. BMKG juga mengingatkan agar warga menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa susulan yang mungkin terjadi.
“Pastikan informasi hanya bersumber dari kanal resmi BMKG. Jangan terpancing berita hoaks yang beredar di media sosial,” demikian bunyi imbauan dalam rilis resmi BMKG.
Provinsi Bengkulu merupakan salah satu daerah dengan tingkat seismisitas tinggi di Indonesia. Hal ini akibat posisinya yang berada di jalur pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Gempa-gempa kecil seperti yang terjadi di Mukomuko pagi ini menjadi pengingat bagi warga untuk selalu siaga terhadap potensi bencana yang lebih besar.
BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah tersebut. Masyarakat dapat mengakses informasi terkini melalui aplikasi mobile BMKG atau akun media sosial resmi @infoBMKG.