MUKOMUKO — Aktivitas menyelam lokan di Sungai Selagan, Desa Tanah Harapan, Kecamatan Kota Mukomuko, kembali bergeliat setelah sempat terhenti total akibat dua kasus fatal serangan buaya. Para penyelam kini menggunakan sampan atau perahu berbahan kayu sebagai pengganti pelampung ban, mengikuti anjuran tokoh setempat yang disebut "orang pintar" desa.
"Warga masih aktif menyelam lokan setiap hari, tetapi sekarang mereka sudah pakai sampan, tidak lagi menggunakan pelampung berbahan ban. Anjuran dari orang pintar desa ini memakai sampan lebih aman dari buaya," ujar Kepala Desa Tanah Harapan Bujarman di Mukomuko, Selasa.
Dua peristiwa tragis menjadi titik balik perubahan metode para pencari lokan di sungai tersebut. Pada tahun 2024, Ide Suprianto (27), warga Desa Sari Bulan, Kecamatan Air Dikit, meninggal dunia setelah diserang dan dimangsa buaya saat menyelam.
Sebelumnya pada tahun 2022, Sabri (65), warga Desa Tanah Rekah, juga tewas akibat serangan buaya muara di lokasi yang sama. Keduanya mencari lokan menggunakan pelampung ban sebelum akhirnya menjadi korban.
Kepala Desa Bujarman mengungkapkan, sejak warga di wilayahnya menggunakan sampan, tidak ada lagi peristiwa penyelam lokan yang dimangsa buaya. "Anjuran dari orang pintar di desa ini sebaiknya pakai sampan supaya buaya tidak berani lagi mendekat, dan terbukti sampai sekarang penyelam lokan aman saat melakukan aktivitas di sungai ini," katanya.
Selain faktor keselamatan, para penyelam juga kini lebih selektif memilih waktu. Aktivitas dihentikan saat air sungai naik, kondisi yang sebelumnya kerap diabaikan.
Meski bukan mata pencaharian utama, hasil menyelam lokan dinilai sangat menggiurkan. "Ada warga yang mencari lokan memperoleh pendapatan Rp500 ribu per hari dan ada yang lebih tinggi," ungkap Bujarman.
Harga jual lokan di tingkat lokal bervariasi. Dalam bentuk mentah utuh, lokan dihargai Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per cupak dengan berat sekitar 1,6 kilogram. Sementara lokan yang sudah dikupas dijual pedagang pengecer hingga Rp100 ribu per kilogram.
Lokan merupakan bahan baku utama samba lokan, kuliner khas Mukomuko yang diwariskan turun-temurun. Samba lokan tidak hanya menjadi favorit warga setempat, tetapi juga telah dipasarkan ke luar daerah oleh pelaku UMKM setempat.