BENGKULU — MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang SMA dan SMK di Provinsi Bengkulu resmi bergulir sejak Senin pagi (13/7/2026) dan akan berlangsung hingga 18 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi hari pertama bagi peserta didik baru untuk beradaptasi dengan lingkungan dan budaya belajar di sekolah masing-masing.
Zulhendri menegaskan bahwa kegiatan MPLS harus menjadi sarana pembentukan karakter, bukan ajang perpeloncoan. Ia meminta seluruh sekolah menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi siswa baru.
"MPLS harus menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya sekolah, membangun karakter, menumbuhkan rasa percaya diri, serta menanamkan kedisiplinan kepada peserta didik baru. Tidak boleh ada lagi kegiatan yang bersifat perpeloncoan, bullying, ataupun aktivitas yang tidak memiliki nilai edukasi," tegas Zulhendri dalam kunjungannya ke SMAN 5 Kota Bengkulu.
Kepala Dinas mengingatkan bahwa pengawasan tidak hanya dilakukan oleh pihak sekolah, tetapi juga oleh pemerintah provinsi. Ia meminta kerja sama dari seluruh pihak, termasuk pengurus OSIS, untuk memastikan tidak ada pelanggaran.
"Kita minta kerjasamanya kepada seluruh pihak termasuk para osis, jika nanti ditemukan ada yang tidak sesuai dalam pelaksanaan MPLS, pemprov akan berikan sanksi," ungkapnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 5 Kota Bengkulu, Lusi Rafiska, mengatakan pihaknya menyiapkan rangkaian kegiatan yang mendukung kesehatan dan pembentukan karakter siswa. Pada hari pertama, seluruh siswa baru mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang bekerja sama dengan Puskesmas setempat.
"Pemeriksaan kesehatan ini menjadi bentuk perhatian sekolah terhadap kondisi peserta didik sejak awal. Kami ingin memastikan mereka sehat dan siap mengikuti seluruh proses pembelajaran di sekolah," ujar Lusi.
Dengan dimulainya MPLS ini, Dikbud Provinsi Bengkulu berharap seluruh siswa baru dapat mengikuti masa pengenalan dengan positif dan tanpa tekanan, sehingga siap menjalani tahun ajaran baru dengan semangat belajar yang tinggi.