BENGKULU — Ribuan pelajar di Provinsi Bengkulu mendapatkan kepastian pembiayaan pendidikan untuk periode 2025–2026. Melalui jalur aspirasi Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan B. Najamudin, total bantuan senilai Rp3,2 miliar dialokasikan untuk menyasar 4.000 siswa di berbagai tingkatan sekolah.
Penyaluran beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) ini menitikberatkan pada penguatan fondasi pendidikan dasar. Hal ini terlihat dari dominasi penerima di tingkat SD yang mencapai 2.228 siswa dengan nilai bantuan menembus angka Rp1 miliar. Jaminan akses biaya sejak dini dianggap sebagai langkah linear untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Bengkulu di masa depan.
Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (6/5), Sultan menekankan agar proses administrasi di lapangan berjalan transparan. Ia memberikan peringatan keras kepada pihak sekolah maupun instansi terkait agar tidak melakukan pemotongan dana atau pungutan liar (pungli) dalam bentuk apa pun.
"Kita sama-sama jaga di lapangan. Jangan ada pungutan liar apa pun dari pihak mana pun yang memberatkan siswa dan keluarga dalam proses pengusulan hingga pencairan. Jangan sungkan laporkan jika terindikasi hal seperti itu," tegas Sultan.
Ia menambahkan bahwa PIP bukan sekadar bantuan uang tunai. Program ini merupakan bentuk kehadiran negara untuk memastikan tidak ada anak di Bengkulu yang terpaksa berhenti sekolah karena kendala ekonomi keluarga.
Selain tingkat sekolah dasar, bantuan ini juga menyasar jenjang pendidikan menengah yang memiliki risiko tinggi putus sekolah. Berikut adalah rincian penyaluran beasiswa aspirasi DPD RI di Bengkulu:
Khusus untuk jenjang SMK, Sultan menyebut bantuan diarahkan untuk mendukung penguatan pendidikan vokasi. Harapannya, para lulusan memiliki keterampilan yang memadai sehingga siap terserap sebagai tenaga kerja lokal yang kompetitif.
Optimalisasi bantuan ini sangat bergantung pada keakuratan data yang disajikan oleh pemerintah daerah. Proses pengusulan calon penerima dilakukan melalui verifikasi di masing-masing sekolah dengan merujuk pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) serta Data Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sultan juga memberikan sinyal bahwa jumlah penerima bantuan ini masih berpotensi mengalami peningkatan. Pihaknya tengah mengupayakan penambahan kuota, baik melalui jalur global pemerintah maupun kanal aspirasi lembaga DPD RI.
"Kita proyeksikan ada tambahan untuk kuota Provinsi Bengkulu, baik secara global maupun melalui kanal aspirasi DPD RI," pungkasnya.