Pencarian

BMKG Analisis Gempa M5,1 di Sarmi Papua Akibat Sesar Anjak Mamberamo, Getaran Capai Skala IV MMI

Selasa, 02 Juni 2026 • 13:33:01 WIB
BMKG Analisis Gempa M5,1 di Sarmi Papua Akibat Sesar Anjak Mamberamo, Getaran Capai Skala IV MMI
Gempa M5,1 di Sarmi Papua akibat aktivitas Sesar Anjak Mamberamo, getaran capai skala IV MMI.

BENGKULU — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperbarui parameter gempa yang terjadi di Sarmi, Papua, Selasa (2/6/2026) pukul 06.01.16 WIB. Dari data awal magnitudo 5,4, hasil analisis terkini menunjukkan kekuatan gempa adalah M5,1.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Anjak Mamberamo," ungkap Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Pusat Gempa dan Mekanisme Pergerakan Tanah

Episenter gempa terletak pada koordinat 2,03° Lintang Selatan dan 138,91° Bujur Timur. Titik ini berada di daratan, sekitar 24 kilometer dari pusat Kota Sarmi. Dengan kedalaman hanya 19 kilometer, gempa dangkal semacam ini biasanya menghasilkan guncangan yang lebih kuat di permukaan.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike-slip. Artinya, pergerakan batuan terjadi secara horizontal tanpa pergeseran vertikal yang signifikan, sehingga potensi tsunami sangat kecil.

Skala Guncangan dan Dampak di Sarmi

BMKG melaporkan guncangan terasa di Kota Sarmi dengan skala intensitas IV MMI (Modified Mercalli Intensity). Pada skala ini, getaran dirasakan hampir semua penduduk, dan banyak orang yang sedang tidur terbangun. Meski demikian, belum ada laporan awal mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.

Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi. BMKG juga mengingatkan agar masyarakat tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Ancaman Sesar Anjak Mamberamo

Sesar Anjak Mamberamo merupakan salah satu patahan aktif di wilayah Papua yang membentang di sepanjang Pegunungan Mamberamo. Aktivitas sesar ini kerap memicu gempa dangkal di wilayah utara Papua, termasuk Sarmi dan sekitarnya. BMKG mencatat, kawasan ini memiliki tingkat seismisitas yang cukup tinggi karena berada pada jalur tumbukan Lempeng Pasifik dan Lempeng Indo-Australia.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menambahkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah tersebut. "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip)," ujarnya dalam keterangan yang sama.

Masyarakat diharapkan dapat memahami karakteristik gempa di daerahnya dan selalu mengikuti arahan dari otoritas setempat serta BMKG. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan lebih lanjut mengenai dampak kerusakan atau korban dari gempa M5,1 di Sarmi.

Bagikan
Sumber: daerah.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks