BENGKULU — Tekanan terhadap mata uang Garuda masih berlanjut di tengah menguatnya dollar AS secara global. Kondisi ini membuat pelaku pasar dan nasabah perbankan perlu mencermati pergerakan kurs di bank-bank nasional untuk bertransaksi valuta asing hari ini.
Kurs Dollar di BCA, Mandiri, dan BNI per 2 Juni 2026
Bank Central Asia (BCA) menawarkan beberapa kategori kurs yang bisa dipilih nasabah. Untuk transaksi elektronik melalui e-Banking, BCA memasang kurs jual di Rp 17.898 per dollar AS dan kurs beli di Rp 17.878 per dollar AS. Sementara itu, untuk transaksi tunai di counter (TT Counter), harga jual berada di Rp 17.940 dan harga beli di Rp 17.690 per dollar AS.
BCA juga menyediakan special rate untuk transaksi dengan nominal besar, yaitu kurs jual Rp 17.895 dan kurs beli Rp 17.865 per dollar AS. Khusus transaksi di atas 25.000 dollar AS, nasabah bisa menghubungi cabang untuk mendapatkan kurs indikasi yang lebih kompetitif.
Di Bank Mandiri (BMRI), kurs jual untuk transaksi TT Counter tercatat di Rp 17.940 per dollar AS, sementara kurs beli di Rp 17.640. Untuk penukaran uang kertas asing (bank notes), Mandiri mematok harga jual Rp 17.925 dan harga beli Rp 17.625 per dollar AS.
Bank Negara Indonesia (BBNI) juga mencatatkan level kurs yang tidak jauh berbeda. Hingga pukul 09.38 WIB, kurs jual di BNI untuk transaksi TT Counter berada di kisaran Rp 17.940, sedangkan kurs beli di level Rp 17.640 per dollar AS.
Mengapa Rupiah Masih Tertekan?
Pelemahan rupiah pagi ini menunjukkan bahwa tekanan eksternal dari penguatan dollar AS masih mendominasi. Data dari pasar valuta asing global menunjukkan indeks dollar AS masih bertahan di level tinggi, membuat mata uang negara berkembang seperti Indonesia terus berada dalam posisi defensif.
Menariknya, pelemahan rupiah ini tidak diikuti oleh pergerakan IHSG yang justru menguat ke 6.217. Disparitas ini mengindikasikan bahwa aliran modal asing masih masuk ke pasar saham, namun tekanan di pasar valas tetap kuat akibat tingginya permintaan dollar untuk pembayaran impor dan utang luar negeri.
Apa yang Perlu Diperhatikan Nasabah?
Bagi nasabah yang hendak melakukan transaksi valas, penting untuk mengetahui bahwa kurs yang tercantum dapat berubah selama proses transaksi berlangsung. Bank juga menerapkan ketentuan threshold dan kewajiban penyampaian dokumen underlying sesuai aturan Bank Indonesia untuk transaksi pembelian dan penjualan valuta asing dalam jumlah tertentu.
Untuk transaksi dengan nilai nominal besar, sebaiknya nasabah menghubungi cabang terlebih dahulu untuk mendapatkan kepastian kurs yang berlaku. Fluktuasi yang terjadi dalam hitungan menit bisa membuat selisih harga yang cukup signifikan, terutama bagi pelaku bisnis yang memiliki eksposur valas tinggi.