Pencarian

Bupati Mukomuko Dukung Penuh Prabowo Soal Kedaulatan Harga Sawit, Petani Tak Lagi Jadi Penerima Harga dari Luar Negeri

Jumat, 22 Mei 2026 • 10:01:01 WIB
Bupati Mukomuko Dukung Penuh Prabowo Soal Kedaulatan Harga Sawit, Petani Tak Lagi Jadi Penerima Harga dari Luar Negeri
Bupati Mukomuko Choirul Huda mendukung penuh kebijakan Prabowo soal kedaulatan harga sawit Indonesia.

MUKOMUKO — Dukungan terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menolak harga minyak sawit Indonesia diatur oleh negara lain datang dari Bupati Mukomuko Choirul Huda. Ia menyebut sikap tegas kepala negara itu sejalan dengan kepentingan petani sawit di daerahnya yang kerap menjadi korban fluktuasi harga internasional.

“Pernyataan Presiden ini mewakili suara kami di daerah. Kabupaten Mukomuko salah satu sentra sawit di Bengkulu. Selama ini petani kita yang kerja keras, tapi harga ditentukan pasar luar. Ini jelas tidak adil,” ujar Choirul Huda, Kamis (21/5/2026).

Devisa Ekspor Sawit Rp 391 Triliun, Petani Belum Nikmati

Bupati menyoroti bahwa devisa ekspor sawit Indonesia pada 2025 yang mencapai Rp 391 triliun belum sepenuhnya dirasakan oleh petani di tingkat bawah. Ia mencontohkan harga tandan buah segar (TBS) yang kerap anjlok saat musim panen raya, sementara crude palm oil (CPO) terus diekspor dalam jumlah besar.

“Sudah saatnya Indonesia berdaulat menentukan harga sendiri,” tegasnya.

Hilirisasi Jadi Kunci: Minyak Goreng hingga Biodiesel

Menurut Choirul Huda, Pemkab Mukomuko siap mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat hilirisasi sawit. Ia menekankan bahwa jika negara lain tidak mau membeli dengan harga yang ditetapkan Indonesia, maka hasil sawit harus diolah di dalam negeri.

“Kalau luar negeri tidak mau beli dengan harga kita, kita olah di dalam negeri. Kita dorong industri turunan, biodiesel, minyak goreng. Petani tetap untung, negara tetap kuat,” ujarnya.

Awas Permainan Harga Tengkulak dan Korporasi Besar

Choirul Huda juga meminta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Kementerian Perdagangan untuk mengawasi tata niaga sawit di daerah. Ia khawatir masih ada permainan harga yang dilakukan oleh tengkulak atau korporasi besar yang merugikan petani kecil.

“Jangan sampai kebijakan pusat yang bagus ini tidak sampai ke petani karena ulah oknum di lapangan,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: isbcenter.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks