LEBONG — Kenaikan harga cabai rawit merah menjadi satu-satunya pergerakan di tengah stabilnya harga kebutuhan pokok di Kabupaten Lebong. Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, komoditas ini naik Rp3.667 per kilogram menjadi Rp48.000 per kilogram.
Kenaikan tersebut tidak diikuti oleh bahan pangan lainnya. Beras medium masih bertahan di harga Rp13.300 per kilogram, sementara beras SPHP dijual Rp12.400 per kilogram. Daging sapi murni menjadi komoditas termahal dengan harga Rp150.000 per kilogram.
Harga Cabai dan Bumbu Dapur Lainnya
Selain cabai rawit merah, harga cabai merah besar tercatat Rp50.000 per kilogram dan cabai merah keriting Rp52.000 per kilogram. Bawang merah super kering dijual Rp45.000 per kilogram, sedangkan bawang putih bonggol Rp35.000 per kilogram.
Kedelai biji kering impor yang menjadi bahan baku perajin tempe tahu dibanderol Rp12.500 per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam ras tercatat Rp28.000 per kilogram dan daging ayam ras Rp40.000 per kilogram.
Minyak Goreng, Gula, dan Tepung Masih Stabil
Minyak goreng kemasan dijual Rp24.000 per kilogram dan Minyakita eceran Rp21.000 per kilogram. Gula konsumsi berada di angka Rp19.000 per kilogram. Tepung terigu curah lebih murah dibanding kemasan, masing-masing Rp10.000 dan Rp14.000 per kilogram.
Garam konsumsi tercatat Rp15.000 per kilogram. Ikan tongkol menjadi sumber protein hewani yang relatif terjangkau dengan harga Rp36.000 per kilogram.
Mengapa Harga Cabai Rawit Merah Melonjak?
Belum ada penjelasan resmi dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebong mengenai penyebab kenaikan harga cabai rawit merah. Namun, pola serupa kerap terjadi di daerah penghasil cabai saat memasuki masa pancaroba atau terganggunya pasokan dari petani.
Data yang dirilis merupakan update harga periode Kamis, 14 Mei 2026, dan mencakup komoditas pangan utama yang dikonsumsi masyarakat Lebong sehari-hari. Dinas setempat rutin memantau harga untuk mengantisipasi lonjakan inflasi daerah.
Pewarta: Harlis Sang Putra | Editor: Adi Saputra