REJANG LEBONG — Komando Distrik Militer (Kodim) 0409/Rejang Lebong saat ini tengah merampungkan pembangunan dua unit Jembatan Gantung Perintis Garuda. Proyek ini menyasar dua titik berbeda: Kelurahan Dwi Tunggal, Kecamatan Curup, dan Desa Lubuk Bingin Baru, Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI).
Komandan Kodim (Dandim) 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Agung Lewis Oktorada mengatakan, jembatan ini diharapkan menjadi akses yang lebih cepat dan aman bagi warga. "Biaya transportasi dapat ditekan," ujarnya di Rejang Lebong, Rabu.
Progres Pembangunan: Satu Hampir Rampung, Satu Fokus Pondasi
Jembatan di Kelurahan Dwi Tunggal yang menghubungkan ke Desa Rimbo Recap, Kecamatan Curup Selatan, memiliki panjang 72 meter dengan lebar 1,2 meter. Progres fisiknya telah mencapai 95 persen.
"Tinggal pemasangan lantai serta pengaman jembatan saja, pengerjaannya sudah hampir rampung," kata Dandim Agung.
Sementara itu, jembatan di Desa Lubuk Bingin Baru dirancang sepanjang 60 meter dengan lebar yang sama, 1,2 meter. Progres pengerjaan baru mencapai 61 persen. Fokus utama saat ini adalah pembangunan pondasi sebagai penopang konstruksi.
Dampak Langsung ke Ekonomi Petani
Keberadaan infrastruktur ini disebut akan berdampak langsung pada peningkatan perekonomian masyarakat. Dengan akses yang lebih baik, hasil panen warga dapat dipasarkan ke pusat kota dengan lebih mudah dan efisien secara biaya.
Dandim Agung menambahkan, waktu tempuh dan biaya transportasi untuk membawa hasil panen ke pasar dapat dipangkas secara efisien setelah jembatan ini dioperasikan penuh. Harapannya, pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi para petani di Kecamatan Sindang Beliti Ilir, akan terdongkrak.
Bentuk Kepedulian TNI di Daerah Sulit Terjangkau
Menurut Dandim, pembangunan jembatan gantung ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat. Proyek ini menjadi upaya meningkatkan mobilitas di daerah-daerah yang selama ini sulit terjangkau.
Pengerjaan kedua jembatan ini menjadi salah satu prioritas Kodim 0409/Rejang Lebong untuk mendukung konektivitas antarwilayah di Bengkulu. Warga di dua kecamatan kini menantikan rampungnya proyek tersebut agar aktivitas sehari-hari, terutama distribusi hasil pertanian, bisa berjalan lebih lancar.