SELUMA — Ribuan warga memadati ruas jalan utama kota sejak pagi untuk menyaksikan pawai taaruf yang menjadi pembuka rangkaian MTQ ke-37 Provinsi Bengkulu. Pawai start dari Simpang Tiga Bendungan Seluma, Kelurahan Lubuk Lintang, dan finis di Masjid Agung Baitul Falihin.
Peserta pawai terdiri dari kafilah dari seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu, pelajar, organisasi masyarakat, hingga jajaran pemerintah daerah. Masing-masing kontingen menampilkan ciri khas dan identitas daerahnya.
Pameran UMKM Jadi Motor Ekonomi Lokal
Usai pawai, Bupati Seluma Teddy Rahman meluncurkan pameran MTQ yang dipusatkan di area utama kegiatan. Pameran ini menampilkan produk unggulan daerah, kerajinan lokal, dan stan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari berbagai wilayah di Bengkulu.
“Jadi harapan kita di MTQ ini bisa mendorong perekonomian lokal dan harapan saya partisipasi masyarakat dapat hadir,” ujar Teddy.
Momentum Perkenalkan Potensi Daerah
Menurut Teddy, penyelenggaraan MTQ bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an. Ia menilai kegiatan ini menjadi peluang bagi Seluma untuk memperkenalkan budaya, potensi daerah, serta keramahan masyarakat kepada tamu dari seluruh provinsi.
Ia juga mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan selama acara berlangsung. Dukungan warga disebutnya sebagai salah satu kunci sukses penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi di Seluma.
Antusiasme Warga Mulai Terlihat Sejak Pagi
Sejak pukul 07.30 WIB, warga sudah berjejer di sepanjang jalan yang dilalui pawai. Pawai taaruf menjadi atraksi yang paling dinantikan karena menampilkan kostum khas dan atraksi dari masing-masing daerah.
Rangkaian MTQ ke-37 ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, dengan berbagai perlombaan dan kegiatan pendukung yang telah disiapkan panitia.