Pencarian

Rupiah Terus Tertekan Dolar AS, Pagi Ini Sudah Sentuh Rp 17.487

Selasa, 12 Mei 2026 • 10:01:01 WIB
Rupiah Terus Tertekan Dolar AS, Pagi Ini Sudah Sentuh Rp 17.487
Rupiah melemah ke posisi Rp 17.487 per dolar AS pagi ini.

BENGKULU — Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.06 WIB, dolar AS perkasa di hadapan hampir seluruh mata uang utama Asia. Rupiah menjadi salah satu yang paling terpukul, bersama baht Thailand yang melemah 0,29% dan ringgit Malaysia yang turun 0,21%. Satu-satunya mata uang Asia yang mampu bertahan adalah yuan China, yang justru menguat tipis 0,02% terhadap greenback.

Dolar Menguat Hampir di Semua Lini

Tekanan terhadap rupiah tidak berdiri sendiri. Indeks dolar AS (DXY) menunjukkan kekuatan yang merata di pasar valuta asing global pagi ini. Dolar AS tercatat menguat 0,24% terhadap yen Jepang dan 0,22% terhadap dolar Australia.

Di kawasan Asia Tenggara, dolar AS menekan dolar Singapura sebesar 0,17%. Penguatan dolar ini terjadi di tengah ekspektasi pasar bahwa suku bunga acuan AS (Fed Funds Rate) masih akan bertahan tinggi lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Fakta Singkat Pergerakan Dolar AS Pagi Ini

  • Rupiah: Melemah 73 poin (0,42%) ke Rp 17.487 per dolar AS
  • Baht Thailand: Terdepresiasi 0,29% terhadap dolar AS
  • Ringgit Malaysia: Melemah 0,21% terhadap dolar AS
  • Yuan China: Satu-satunya yang menguat, naik tipis 0,02%
  • Yen Jepang: Tertekan 0,24% terhadap dolar AS

Level Rp 17.500 Jadi Psikologis Berikutnya

Pergerakan pagi ini menempatkan rupiah hanya 13 poin dari level Rp 17.500. Level tersebut menjadi garis psikologis yang krusial bagi pasar keuangan Indonesia. Jika tembus, tekanan terhadap aset berdenominasi rupiah—termasuk obligasi pemerintah dan saham—diprediksi semakin besar.

Sepanjang tahun 2026, rupiah sudah kehilangan lebih dari 5% nilainya terhadap dolar AS. Tekanan datang dari dua sisi: penguatan dolar di pasar global dan pelemahan fundamental ekonomi domestik yang masih bergulat dengan defisit transaksi berjalan.

Dampak ke Investor dan Pelaku Bisnis

Bagi investor pasar modal, pelemahan rupiah menjadi sinyal waspada. Saham-saham dengan utang dolar tinggi atau ketergantungan impor bahan baku berpotensi tertekan. Sebaliknya, emiten berbasis ekspor—seperti tekstil, alas kaki, dan kelapa sawit—bisa diuntungkan dari daya saing harga yang lebih kompetitif di pasar global.

Pelaku bisnis yang memiliki kewajiban dalam dolar AS disarankan segera melakukan lindung nilai (hedging) mengingat volatilitas kurs diperkirakan masih tinggi dalam jangka pendek. Pasar menunggu langkah Bank Indonesia dalam RDG pekan ini untuk menahan laju pelemahan rupiah.

Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks