BENGKULU — Dukungan Pelindo Regional 2 Bengkulu tidak berhenti di darat. Kapal Tunda TB Bunga Raflesia dikerahkan ke perairan untuk membantu operasi evakuasi, sementara posko di Kampung Bahari disiapkan sebagai titik koordinasi dan penyaluran logistik selama penanganan berlangsung.
General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dimas Rizky Kusmayadi, menyatakan keterlibatan perusahaan merupakan bentuk kepedulian terhadap operasi kemanusiaan. Pelindo bergerak setelah mendapat informasi soal musibah yang menimpa kapal tersebut, lalu berkoordinasi dengan instansi terkait.
Dari laut, TB Bunga Raflesia disertakan untuk mendukung operasi di perairan sekitar lokasi kebakaran. Dari darat, posko di Kampung Bahari menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan evakuasi sekaligus membantu kebutuhan selama proses penanganan.
Pelindo juga menyalurkan dukungan logistik bagi kelancaran operasi yang melibatkan berbagai unsur di lapangan. Fasilitas dan sumber daya perusahaan kepelabuhanan itu dikerahkan untuk keperluan yang bersifat darurat.
"Kami dari Pelindo Regional 2 Bengkulu mendukung penuh proses evakuasi KM Prima Sentosa. Kami mengerahkan Kapal Tunda TB. Bunga Raflesia, mendirikan posko di Bahari serta memberikan dukungan logistik untuk membantu proses evakuasi," ujar Dimas.
Menurut Dimas, keselamatan menjadi prioritas dalam situasi darurat seperti kecelakaan kapal. Karena itu, Pelindo berupaya memberikan dukungan melalui fasilitas dan sumber daya yang dimiliki.
"Selain turun prihatin atas insiden ini, Pelindo juga telah memberikan dukungan yang dibutuhkan dalam proses penanganan ini," katanya.
Langkah tersebut menunjukkan peran perusahaan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas kepelabuhanan dan pelayanan logistik. Dalam kondisi darurat, fasilitas dan sumber daya yang dimiliki dapat dikerahkan untuk mendukung operasi kemanusiaan.
Data resmi Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu pada perkembangan operasi SAR hari kedua memperbarui jumlah orang di atas KM Prima Sentosa menjadi 26 orang. Seluruhnya berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat.
Tidak terdapat korban meninggal dunia maupun korban yang masih dalam pencarian. Dari total 26 korban, 13 orang lebih dahulu diselamatkan oleh KM Seroja 20, sementara 13 orang lainnya ditemukan di KM Prima Sentosa dan dievakuasi oleh KN 213 Bengkulu.
KN 213 Bengkulu selanjutnya juga mengevakuasi 13 korban yang sebelumnya berada di KM Seroja 20. Dengan demikian, operasi penyelamatan berhasil mengevakuasi 100 persen POB KM Prima Sentosa, dengan rincian 26 orang selamat, nihil meninggal dunia, dan nihil korban hilang.
Pelindo Regional 2 Bengkulu menegaskan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam mendukung penanganan kecelakaan KM Prima Sentosa hingga seluruh rangkaian proses evakuasi selesai.