MUKOMUKO — Warga menemukan jasad laki-laki di kawasan pantai SP 10, Desa Rawa Bangun, Kecamatan XIV Koto, Kamis pagi. Saat ditemukan, korban tidak mengenakan pakaian bagian atas, namun masih menggunakan celana panjang.
Laporan warga langsung ditindaklanjuti BPBD Mukomuko dengan mengerahkan petugas ke lokasi. Petugas melakukan pengecekan kondisi dan penanganan awal sebelum proses evakuasi melibatkan Basarnas serta kepolisian.
Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Mukomuko, Hitatun, menyebut pihaknya mendatangkan keluarga korban untuk melakukan pengecekan. Keluarga yang berasal dari Desa Ranah Karya, Kecamatan Lubuk Pinang, membenarkan bahwa jasad tersebut adalah anggota keluarga mereka.
"Yang jelas jasad ini sudah diklarifikasi kepada orang tuanya yang berasal dari Desa Ranah Karya, Kecamatan Lubuk Pinang, dan memang itu anaknya," kata Hitatun saat dihubungi dari Bengkulu, Kamis.
Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Mukomuko. Pemeriksaan visum dan otopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian sebelum kewenangan penanganan beralih ke polisi.
"Jasad tadi sudah dievakuasi di RSUD untuk dilakukan visum dan otopsi. Selanjutnya kewenangan polisi untuk menanganinya," ujar Hitatun.
Penemuan jasad di pesisir Mukomuko sempat memunculkan dugaan berkaitan dengan hilangnya rombongan jurnalis di perairan Gunung Anak Krakatau. Dugaan itu muncul setelah satu jasad yang ditemukan di sekitar perairan Pulau Enggano, Bengkulu, sebelumnya dikonfirmasi sebagai salah satu korban rombongan tersebut.
BPBD Mukomuko memastikan jasad di Pantai SP 10 memiliki identitas berbeda dari korban hilang di kawasan GAK. Keluarga korban dari Lubuk Pinang telah datang langsung untuk memastikan hal itu.
Hingga kini, proses hukum atas penemuan jasad tersebut masih berjalan di kepolisian. Hasil visum dan otopsi di RSUD Mukomuko akan menjadi dasar penyelidikan lebih lanjut.