Capaian Cek Kesehatan Gratis di Kota Bengkulu Baru 15.149 Jiwa, Dinkes Beberkan Kendala Sistem Aplikasi

Penulis: Jonatan Nasution  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 19:17:31 WIB
Dinkes Kota Bengkulu mencatat partisipasi Cek Kesehatan Gratis baru mencapai 15.149 jiwa dari target 400 ribu penduduk.

BENGKULU — Angka partisipasi warga dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Bengkulu masih sangat rendah. Hingga saat ini, baru 15.149 jiwa dari total 400 ribu penduduk yang tercatat telah mengikuti skrining kesehatan gratis tersebut.

Jika dibandingkan dengan target pemerintah yang mematok angka 45 persen dari total populasi, capaian yang diraih baru nangkring di kisaran 2,6 persen. Angka ini menunjukkan masih ada pekerjaan rumah besar bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat untuk mendongkrak partisipasi warga.

Kendala Bukan di Minat Warga, tapi Sistem Aplikasi

Kepala Dinkes Kota Bengkulu, Neli Hartati, menepis anggapan bahwa minimnya capaian disebabkan oleh rendahnya antusiasme masyarakat. Menurutnya, minat warga untuk memeriksakan kesehatan secara cuma-cuma sebenarnya cukup baik.

"Sebenarnya minat masyarakat untuk mengikuti program Cek Kesehatan Gratis cukup baik. Namun kami masih menghadapi kendala pada sistem aplikasi yang digunakan untuk penginputan dan pelaporan data," ujar Neli Hartati, Rabu (3/6/2026).

Gangguan Sistem dan Pembatasan Kuota Input Data

Neli membeberkan, sistem aplikasi yang digunakan untuk mendata peserta kerap mengalami gangguan teknis atau error. Selain itu, sistem tersebut juga menerapkan pembatasan atau limit jumlah data yang bisa diinput oleh petugas setiap harinya.

"Tidak hanya masalah gangguan sistem, pembatasan jumlah input data per hari juga menyebabkan banyak data pemeriksaan yang belum dapat tercatat secara optimal. Ini yang membuat capaian terlihat masih rendah," jelasnya.

Akibatnya, proses pelaporan riwayat medis dan rekapitulasi hasil pemeriksaan di lapangan menjadi tidak maksimal. Data yang masuk pun mengalami penumpukan sehingga angka realisasi yang terlihat di sistem tidak menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.

Strategi Jemput Bola: Perluas Titik Layanan

Dinkes Kota Bengkulu tidak tinggal diam. Untuk mengatasi persoalan ini, mereka menyiapkan langkah mitigasi dengan memperluas titik pos layanan CKG di berbagai fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama.

Strategi jemput bola ini diharapkan bisa mempermudah akses masyarakat luas untuk mendapatkan skrining kesehatan. Dengan ekspansi layanan, Dinkes optimistis jumlah partisipasi warga bisa merangkak naik secara signifikan.

Langkah ini juga menjadi upaya untuk mengejar rapor merah target yang dibebankan oleh pemerintah pusat sebelum akhir tahun.

Peran Krusial CKG sebagai Deteksi Dini Penyakit

Di luar pemenuhan target administratif, program Cek Kesehatan Gratis ini memegang peran krusial. Program ini berfungsi sebagai sistem deteksi dini atau early warning system terhadap berbagai penyakit tidak menular (PTM).

Skrining kesehatan gratis juga diharapkan menjadi stimulan untuk memupuk kesadaran masyarakat akan pentingnya melakukan pemeriksaan medis secara berkala. Dengan deteksi dini, risiko penyakit serius bisa diminimalkan sejak awal.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: betv.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top